Kamis, 12 April 2012

contoh skrisi volly


PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH LATIHAN BEBAN MENGANGKAT DUMBBELL 2 KG TERHADAP HASIL SERVIS BAWAH BOLA VOLI KELAS V PUTRA SD NEGERI 96 KECAMATAN SEBERANG ULU 1 PALEMBANG

BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Pendidikan di Negara ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas demi kemajuan pembangunan bangsa dan Negara. Pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi dapat dicapai bila di tunjang oleh pengembangan disiplin ilmu yang erat kaitannya dengan olahraga itu sendiri (soekarman, 1986)
Pembinaan olahraga sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia diarahkan pada peningkatan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas serta pencapaian prestasi yang setingi-tingginya agar dapat meningkatkan citra bangsa dan kebanggaan nasional. Untuk itu perlu ditingkatan pendidikan jasmani dan olahraga dilingkungan sekolah, pengembangan olahraga prestasi, upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyrakatkan serta menciptakan iklim yang lebih mendorong  masyarakat untuk berprestasi serta bertanggung jawab dalam membina dan mengembangkan olahraga. Perlu ditingkatkan upaya pembibitan olahragawan, pembinaan pelatih, penyedian sarana dan prasarana olahraga yang sangat memadai dilingkungan sekolah di harapkan mampu merangsang para siswa dalam menekuni bidang olahraga untuk melatih siswa yang profesional agar dapat menjadi atlet yang berguna bagi bangsa dan siswa itu sendiri. (M. Akip, 2011)
 Dengan minimnya prestasi yang dicapai oleh siswa  khususnya di bidang permainan bola voli dan kurangnya pemahaman siswa terhadap permainan bola voli yang terbukti dengan banyak siswa yang saat melakukan servis tidak bisa melewati net, keluar lapangan penulis tertarik melakukan penelitian latihan beban mengangkat dumbbell terhadap hasil servis bawah sehingga di harapkan siswa SD Negeri 96 kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang mampu bermain bola voli dengan benar dan memberikan prestasi diajang pertandingan antar pelajar.
 Bola voli adalah cabang olahraga permainan yang menjadi salah satu cabang dalam program studi pendidikan jasmani dan kesehatan disekolah, olahraga ini cukup popular di masyarakat kita dikarnakan mudah utuk dimainkan, murah meriah dan dapat menimbulkan kesenangan bagi yang memainkan maupun yang menonton. Permainan bola voli merupakan cabang olahraga beregu yang dimainkan oleh dua regu yang saling berhadapan dengan net sebagai pembatas antar regu yang satu dengan regu yang lain. Jumlah regu terdiri dari enam orang pemain, gerakan dalam permainan bola voli sebagian besar menggunakan tangan. Untuk dapat bermain bola voli dengan baik ada beberapa tehnik permainan yang harus dilakukan antara lain :
1.      Servis
2.      Passing bawah
3.      Passing atas
4.      Smash
5.      Blok  
Dari kelima tehnik tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasi oleh setiap pemain. Sejak ditemukan William C.Morgan pada tahun 1895  permainan bola voli hingga perkembangan dan kemajuan yang pesat seperti sekarang ini, servis yang tadinya hanya sejian atau pukulan pertama untuk memulai pertandingan, sekarang dapat juga dikatakan serangan pertama. Pada prinsifnya di dalam bola voli bagaiman caranya untuk mematikan pertahanan lawan sehingga dengan cepat dan mudah memperoleh angka atau poin. Servis tangan bawah adalah servis yang pertama harus dipelajari walaupun servis ini dianggap mudah namun kita harus mempelajari tehnik dan memahaminya. Untuk bisa menguasi kita harus banyak berlatih sesuai dengan tehnik yang ditentukan, mulai dari sikap pemulaan, gerakan pelaksaan dan gerak lanjutan. Selain dari itu di dalam melakukan servis harus bisa mengontrol sepenuhnya tindakan yang akan dilakukan karena berhasilnya suatu servis adalah  tanggung jawab sipelaku servis itu sendri. Pentingnya melakukan servis selain dari dapat memulai setiap rely, servis juga dapat mencetak angka atau memperoleh keuntungan jika servis yang dilakukan tidak melewati net lawan. ( Bachtiar 2001).
Permainan bola voli salah satu cabang olahraga yang sangat digemari oleh siswa SD Negeri 96 Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang Namun menurut pengamatan penulis. Pendidikan jasmani dan kesehatan masih ada yang kurang begitu baik dalam melakukan servis bawah terutama pada siswa putra 110 siswa putra sekitar 20% yang bisa melakukan servis bawah atau lebih kurang  20-25 orang siswa putra. Hal itu terbukti dengan masih ada yang saat melakukan servis hasilnya  keluar lapangan, dan ada juga yang tidak melewati net. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurang menguasai tehnik servis bawah, masih ragu atau takut kontak dengan bola, kuranganya alat dan waktu pertemuan, kurangnya latihan.
Untuk meningkatkan kemampuan servis bawah perlu dilakukan latihan yang ritin. Menurut wicaksano (2005 :1), latihan rutin merupakan hal yang penting untuk mendapatkan kemampuan dan hasil yang maksimal.
Selain latihan yang rutin servis bawah juga membutuhkan tenaga yang kuat supaya bola yang dipukul dapat melewati net, hal ini tentunya dilakukan dengan latihan beban. Menurut Brick (2002 : 44), berlatihan dengan menggunakan alat bantu yang berguna untuk melatih fisik pada daerah atau kelompok otot tertentu. Siddik (2005) menyatakan bahwa istilah beban meliputi penggunaan dumbbell, barbel, serta peralatan mekanis lain yang digunakan untuk meningkatkan kebugaran dan memperbaiki bentuk tubuh. Latihan beban mengangkat dumbbell adalah salah satu latihan tahanan menggunakan alat dengan tujuan untuk menambah tahanan otot pada tangan atau lengan.
Menurut RAI (2008) latihan tahanan menggunakan dumbbell dapat dilakukan dengan cara letakkan dumbbell melintang di depan paha dengan grip telapak menghadap keluar, tarik dumbel menghadap bahu dengan pergerakan siku yang semenimal mungkin
Berdasrkan pengamatan penulis terhadap prestasi cabang bola voli terutama passing bawah di SD Negeri 96 kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang belum mengembirakan hal tersebut dapat diamati belum berprestasinya siswa pada perlombaan pelajar. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar